Rabu, 13 April 2022

TENTANG SARJANA


"lulusan sarjana dari biaya orang tua tidak pantas menghina kuli yang membiayai hidupnya sendiri"

Coba perhatikan ungkapan tersebut. Karena menggunakan kata " tidak pantas menghina" berati logikanya ada yang "pantas menghina".

Jika kita melihat ke kalimatnya, Lalu siapakah yang pantas menghina? Bukankah jawaban yang benar adalah "Kuli yang membiayai hidupnya".

Lalu bagaimana dengan Kuli yang tidak membiayai hidupnya? Apakah pantas menghina? Sesuai Kalimat, Tidak. Tidak pantas menghina. Lalu….. bagaimana dengan sarjana yang bukan dari biaya orang tua? Sesuai Kalimat, Pantas. Pantas untuk menghina.

Jadi apa makna ungkapan tersebut ? Menurut saya TIDAK ADA.

Mengapa begitu? Karena ungkapan tersebut terlalu memarjinalkan salah satunya. Siapa yg dimarjinalkan? Dalam konteks tersebut adalah si "Sarjana dari biaya orang tua". Kata keterangan "yang dibiayai orang tua" dan "yang membiayai hidupnya sendiri" dalam kalimat menegaskan alasan mengapa kuli is better than sarjana (menurut konteks Kalimat).

Padahal general truth nya adalah MEREKA SAMA-SAMA KEREN!

Apa yang tidak keren? The Action; Menghina itu tidak keren. Terlepas siapapun pelakunya dan siapapun korbannya.

Jadi,

sarjana yang dibiayai orang tuanya itu keren karena berarti dia menyelesaikan pendidikannya dan membuat orang tuanya yang membiayai pendidikan menjadi bangga plus happy, meskipun masih blm bisa membiayai hidupnya sepenuhnya karena harus cari pengalaman dll, mereka tidak keren kalau mengggunakan gelar nya untuk menghina dan merendahkan orang lain.


Kuli yang membiayai hidupnya sendiri juga keren, mereka bekerja keras, mandiri, dan banyak pengalaman, meskipun tidak sempat melanjutkan sekolah nya hingga ke jenjang yg lebih tinggi. Mereka tidak keren kalau menggunakan kemandiriannya untuk menghina dan merendahkan orang lain.


Sarjana yang uangnya dari biaya sendiri karena menjadi kuli sekalian sanggup membiayai hidup orangtuanya juga sangat keren banget. Tapi tidak keren kalau dia menghina dan merendahkan orang lain yg menurut nya perjuangnya tidak sekeras mereka.


Jadi it's not about your background or your personal attachment, it's all about your action, attitude, and manner.


Saya paham sekali mungkin maksut ungkapanya adalah mencoba memberi pesan "walaupun kamu sarjana dan terpelajar ,jangan sombong, jangan merendahkan kuli atau orang2 yang pendidikan nya dibawah kamu"


TAPI menurut saya makna atau pesan tersebut tidak tersampaikan atau malah gagal tersampaikan karena penggunaan subject dan objects yang terlalu sempit plus penggunaan kata "tidak pantas" yang membuat keduanya seperti dibandingkan nilainya. Saya juga memikirkan bagaimana seharusnya ungkapan itu jika diganti agar tidak terkesan menyerang pihak tertentu.


Atau memang mungkin tujuannya begitu (?)

Itulah pendapat saya.

Thanks. 

#JO_UMBU