Jumat, 28 Oktober 2022

MASA KECIL BAGAI SPONGEBOB, DEWASA LAKSANA SQUIDWARD (KITA ADALAH SQUIDWARD)


Seperti yang kita tau, serial kartun spongebob sudah pasti jadi salah satu kartun kesayangan kita dimasa kecil dulu. Bahkan tidak sedikit dari kita yang walaupun sudah beranjak dewasa ini masih menyempatkan waktu untuk menonton kartun kesayangan kita yang satu ini. Namun, apakah kalian sadar bahwa sebenarnya salah satu karakter di kartun ini yang mencerminkan sosok kita dalam kehidupan nyata ? Ya, dia adalah Squidward. Kok bisa ?

Tak bisa dipungkiri Squidward pernah menjadi salah satu karakter yang dulu kita tidak sukai, karena sifat dan wataknya yang kasar dan pemarah. Namun, dibalik sifatnya itu kita tidak sadar bahwa sebenarnya squidward itu banyak memberikan contoh kehidupan di dunia ini yang mencerminkan kita.

Salah satu bukti bahwa Squidward merupakan cerminan kita yaitu munculnya sifat acuh kita terhadap sekitar. Sebagai manusia yang hidup di masa modern ini memang benar bahwa orang-orang sudah mulai acuh dan tidak peduli dengan keadaan sekitar, dan lebih mementingkan diri sendiri. Seperti squidward dalam setiap episode nya, terdapat scene dimana Squidward sangat tidak peduli terhadap apa yang terjadi disekitarnya bahkan sangking tidak peduli nya, semua pekerjaan yang berkaitan dengan pelanggan selalu Spongebob yang mengurusinya.

Selain itu, sifat squidward yang pemalas juga menunjukkan sifat yang kita !. Bagaimana tidak, setiap harinya kita selalu menjalani rutinitas yang begitu-begitu saja, sehingga kita merasa tidak bersemangat dan banyaknya kegiatan yang sebenarnya tidak kita sukai juga membuktikan kalau kita itu semakin malas menjalani kegitan-kegiatan yang ada sehari-hari dan hanya bersemangat saat melakukan suatu hal yang kita sukai, bukannya itu mencerminkan Squidward banget ?

Sifat lain squidward yaitu, menganggap bahwa pendapat kita lebih penting di bandingkan pendapat orang lain. ya squidward dikenal sangat egois dan merasa dirinya lebih baik dibandingkan orang lain sehingga dia merasa bahwa pendapatnya itu sudah yang paling benar dan dia menganggap pendapat orang lain itu salah, layaknya kita yang sehari-hari berdebat dengan orang lain kadang merasa bahwa pendapat kita yang paling benar dan orang lain itu salah, walaupun hal ini merupakan suatu tindakan tidak terpuji namun hal ini tidak bisa kita pungkiri.

Namun ya dibalik semua sifat-sifat buruk squidward dia juga mencerminkan sifat-sifat baik kok. Loh? Squidward ada sisi baiknya? Ada dong, contohnya nih kita harus menghargai karya seni orang lain, ya Squidward ini kan merupakan sosok yang sangat mencintai segala jenis seni, tapi ya kita setidaknya ikut menjadi Squidward yang menghargai segala bentuk seni yang dibuat orang lain dan diri sendiri.

Sifat baik Squdward yang lainnya yaitu, Squidward yang tidak pernah menyerah dalam meraih mimpi, ya walaupun hingga saat ini tetap bekerja dibalik mesin kasir, tapi Squidward tetap senantiasa berusaha mewujudkan mimpinya sebagai seniman terkenal. Jadinya kita juga harus semangat mewujudkan mimpi yang ingin kita capai. Dan satu lagi sifat Squdward yang bagus yaitu sering memberikan waktu bersantai pada diri sendiri, karena hidup membutuhkan waktu untuk tidak memiliki beban pikiran hehe.

28 SEPTEMBER 2021
JO UMBU LEOLELY
#JR22STORY

Rabu, 13 April 2022

TENTANG SARJANA


"lulusan sarjana dari biaya orang tua tidak pantas menghina kuli yang membiayai hidupnya sendiri"

Coba perhatikan ungkapan tersebut. Karena menggunakan kata " tidak pantas menghina" berati logikanya ada yang "pantas menghina".

Jika kita melihat ke kalimatnya, Lalu siapakah yang pantas menghina? Bukankah jawaban yang benar adalah "Kuli yang membiayai hidupnya".

Lalu bagaimana dengan Kuli yang tidak membiayai hidupnya? Apakah pantas menghina? Sesuai Kalimat, Tidak. Tidak pantas menghina. Lalu….. bagaimana dengan sarjana yang bukan dari biaya orang tua? Sesuai Kalimat, Pantas. Pantas untuk menghina.

Jadi apa makna ungkapan tersebut ? Menurut saya TIDAK ADA.

Mengapa begitu? Karena ungkapan tersebut terlalu memarjinalkan salah satunya. Siapa yg dimarjinalkan? Dalam konteks tersebut adalah si "Sarjana dari biaya orang tua". Kata keterangan "yang dibiayai orang tua" dan "yang membiayai hidupnya sendiri" dalam kalimat menegaskan alasan mengapa kuli is better than sarjana (menurut konteks Kalimat).

Padahal general truth nya adalah MEREKA SAMA-SAMA KEREN!

Apa yang tidak keren? The Action; Menghina itu tidak keren. Terlepas siapapun pelakunya dan siapapun korbannya.

Jadi,

sarjana yang dibiayai orang tuanya itu keren karena berarti dia menyelesaikan pendidikannya dan membuat orang tuanya yang membiayai pendidikan menjadi bangga plus happy, meskipun masih blm bisa membiayai hidupnya sepenuhnya karena harus cari pengalaman dll, mereka tidak keren kalau mengggunakan gelar nya untuk menghina dan merendahkan orang lain.


Kuli yang membiayai hidupnya sendiri juga keren, mereka bekerja keras, mandiri, dan banyak pengalaman, meskipun tidak sempat melanjutkan sekolah nya hingga ke jenjang yg lebih tinggi. Mereka tidak keren kalau menggunakan kemandiriannya untuk menghina dan merendahkan orang lain.


Sarjana yang uangnya dari biaya sendiri karena menjadi kuli sekalian sanggup membiayai hidup orangtuanya juga sangat keren banget. Tapi tidak keren kalau dia menghina dan merendahkan orang lain yg menurut nya perjuangnya tidak sekeras mereka.


Jadi it's not about your background or your personal attachment, it's all about your action, attitude, and manner.


Saya paham sekali mungkin maksut ungkapanya adalah mencoba memberi pesan "walaupun kamu sarjana dan terpelajar ,jangan sombong, jangan merendahkan kuli atau orang2 yang pendidikan nya dibawah kamu"


TAPI menurut saya makna atau pesan tersebut tidak tersampaikan atau malah gagal tersampaikan karena penggunaan subject dan objects yang terlalu sempit plus penggunaan kata "tidak pantas" yang membuat keduanya seperti dibandingkan nilainya. Saya juga memikirkan bagaimana seharusnya ungkapan itu jika diganti agar tidak terkesan menyerang pihak tertentu.


Atau memang mungkin tujuannya begitu (?)

Itulah pendapat saya.

Thanks. 

#JO_UMBU

Jumat, 28 Januari 2022

LUBANG PAKU DI TANGAN-NYA

Saya pernah membaca sebuah kisah dari suatu artikel yang berjudul "Tuhan Hanya Sejauh Doa" ( kalau tidak salah, karena sudah cukup lama saya baca ). Didalam artikel tersebut ada sebuah kisah yang membuat saya tertarik dan terus mengingatnya sampai sekarang. Kisah itu menceritakan tentang seorang anak yang punya sifat gampang marah. sedikit-sedikit marah, ada hal yang tidak disukai sedikit saja langsung marah. Kemarahan itu ditujukan kepada siapa saja yang ada dihadapan anak tersebut. Sang Bapak kemudian punya inisiatif dan memberi arahan kepada anaknya, jika dia sedang marah maka disarankan untuk segera mengambil palu dan paku kemudian menancapkan paku tersebut ke batang pohon di samping rumahnya. Saran Sang Bapak diikuti oleh anaknya. Demikian setiap kali ia marah , ia segera mengambil paku dan menancapkannya ke dalam batang pohon dengan pukulan palunya yang keras. terus dia lakukan sampai suatu saat batang pohon tersebut penuh dengan paku. Ajaibnya seiring dengan penuhnya batang pohon dengan paku kemarahan anak tersebut semakin berkurang bahkan sekarang berbalik menjadi pemaaf. Sang Bapak kembali menasihati bahwa jika Si anak memaafkan seseorang maka ia disarankan untuk mengambil pengait dan mencabut satu buah paku yang dulu pernah ditancapkannya di batang pohon dekat rumahnya. saran Sang Bapak dilakukan oleh Si Anak sampai suatu ketika seluruh batang pohon bersih dari paku-paku yang menancap. Pada saat itulah Sang Bapak mendekati anaknya dan mengatakan bahwa lubang bekas paku di batang pohon tersebut tidak akan pernah bisa menutup seperti semula, tetap saja berlubang, artinya setiap kemarahan Si Anak akan membuat bekas lubang di hati sesamanya. Luka hati akan tetap ada dan sulit menyembuhkannya. Akan itu menjadi sadar dan mulai saat itu dia tidak pernah menjadi pemarah bahkan berjanji untuk tetap menjadi pemaaf dan berbagi kasih kepada sesamanya.

Kemudian apa kaitan dengan judul di atas ?
Yesus Kristus memiliki lubang bekas paku di kedua telapak tangan dan kaki-Nya. Lubang bekas paku tersebut tetap ada dan tidak menutup/kembali ke keadaan seperti semula. Berbeda seperti pada kisah Yesus menempelkan kembali telinga prajurit Romawi yang terkena pedang. Luka tersebut bersih kembali seperti tidak pernah luka.
Tetapi mengapa luka bekas paku penyaliban tetap ada dan tetap berlubang ?
Ya, lubang bekas paku tersebut tetap ada supaya menjadi tanda bagi manusia bahwa manusia pernah berbuat dosa. Lubang tersebut juga menjadi bukti bahwa janji Tuhan untuk menyelamatkan manusia dari dosa sudah di wujudnyatakan di dalam Yesus Kristus.
Sekarang, akankah manusia akan membuat sebuah lubang lagi di tangan Yesus ?
Tidak cukupkah hanya satu lubang saja ?
Mari kita berusaha melakukan kehendak Bapa di Surga. Kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu, serta kasihilah sesamamu manusia seperti engkau mengasihi dirimu sendiri.
Setiap kemarahan yang keluar dari mulut kita, menjadikan lubang di hati sesama kita dan di tubuh Tuhan kita Yesus Kristus. Seperti firman Tuhan : ........... sekarang pergilah dan jangan berbuat dosa lagi !