Jumat, 28 Januari 2022

LUBANG PAKU DI TANGAN-NYA

Saya pernah membaca sebuah kisah dari suatu artikel yang berjudul "Tuhan Hanya Sejauh Doa" ( kalau tidak salah, karena sudah cukup lama saya baca ). Didalam artikel tersebut ada sebuah kisah yang membuat saya tertarik dan terus mengingatnya sampai sekarang. Kisah itu menceritakan tentang seorang anak yang punya sifat gampang marah. sedikit-sedikit marah, ada hal yang tidak disukai sedikit saja langsung marah. Kemarahan itu ditujukan kepada siapa saja yang ada dihadapan anak tersebut. Sang Bapak kemudian punya inisiatif dan memberi arahan kepada anaknya, jika dia sedang marah maka disarankan untuk segera mengambil palu dan paku kemudian menancapkan paku tersebut ke batang pohon di samping rumahnya. Saran Sang Bapak diikuti oleh anaknya. Demikian setiap kali ia marah , ia segera mengambil paku dan menancapkannya ke dalam batang pohon dengan pukulan palunya yang keras. terus dia lakukan sampai suatu saat batang pohon tersebut penuh dengan paku. Ajaibnya seiring dengan penuhnya batang pohon dengan paku kemarahan anak tersebut semakin berkurang bahkan sekarang berbalik menjadi pemaaf. Sang Bapak kembali menasihati bahwa jika Si anak memaafkan seseorang maka ia disarankan untuk mengambil pengait dan mencabut satu buah paku yang dulu pernah ditancapkannya di batang pohon dekat rumahnya. saran Sang Bapak dilakukan oleh Si Anak sampai suatu ketika seluruh batang pohon bersih dari paku-paku yang menancap. Pada saat itulah Sang Bapak mendekati anaknya dan mengatakan bahwa lubang bekas paku di batang pohon tersebut tidak akan pernah bisa menutup seperti semula, tetap saja berlubang, artinya setiap kemarahan Si Anak akan membuat bekas lubang di hati sesamanya. Luka hati akan tetap ada dan sulit menyembuhkannya. Akan itu menjadi sadar dan mulai saat itu dia tidak pernah menjadi pemarah bahkan berjanji untuk tetap menjadi pemaaf dan berbagi kasih kepada sesamanya.

Kemudian apa kaitan dengan judul di atas ?
Yesus Kristus memiliki lubang bekas paku di kedua telapak tangan dan kaki-Nya. Lubang bekas paku tersebut tetap ada dan tidak menutup/kembali ke keadaan seperti semula. Berbeda seperti pada kisah Yesus menempelkan kembali telinga prajurit Romawi yang terkena pedang. Luka tersebut bersih kembali seperti tidak pernah luka.
Tetapi mengapa luka bekas paku penyaliban tetap ada dan tetap berlubang ?
Ya, lubang bekas paku tersebut tetap ada supaya menjadi tanda bagi manusia bahwa manusia pernah berbuat dosa. Lubang tersebut juga menjadi bukti bahwa janji Tuhan untuk menyelamatkan manusia dari dosa sudah di wujudnyatakan di dalam Yesus Kristus.
Sekarang, akankah manusia akan membuat sebuah lubang lagi di tangan Yesus ?
Tidak cukupkah hanya satu lubang saja ?
Mari kita berusaha melakukan kehendak Bapa di Surga. Kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu, serta kasihilah sesamamu manusia seperti engkau mengasihi dirimu sendiri.
Setiap kemarahan yang keluar dari mulut kita, menjadikan lubang di hati sesama kita dan di tubuh Tuhan kita Yesus Kristus. Seperti firman Tuhan : ........... sekarang pergilah dan jangan berbuat dosa lagi !

Tidak ada komentar:

Posting Komentar